BREAKING NEWS
Search

Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Allah

(Foto: Dok. Prib Gerson/KM)
Oleh: Gerson Yogi
 
Religion, (KM). Dalam Injil Markus, 10:17-27 (TB) menjelaskan bahwa; “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal"?

"Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu"! jawab Yesus.

Lalu kata orang itu kepada-Nya, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu.

Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anakku, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan”?

Yesus memandang mereka dan berkata, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Membahas soal "kebahagiaan sejati" membutuhkan sebuah proses untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan sejati itu ada dalam kehidupan ini.

Kenapa saya bilang membutuhkan proses? Karena untuk mendapatkan kebahagiaan sejati itu tidak hanya cuma membalikkan telapak tangan, tetapi harus dengan cara melewati setiap masala yang ada dalam kehidupan ini.

Ada dua cara untuk bisa mendatangkan kebahagiaan Sejatih itu ada dalam kehidupan ini, antra lain: 
 
a. Mengasihi Diri Sendiri

Ketika kita mengasihi diri kita sendiri dan jujur terhadap diri kita sendiri dengan apa yang ada pada kita dan kita jujur dengan apa yang telah kita lakukan, sedang kita lakukan, dan yang akan kita lakukan.maka kebahagiaan sejati yang diidamkan oleh kita itu akan muncul dengan sendirinya.

Tapi, jangan kita lupakan akan ajaran agama dan keyakinan kita yang sedang kita yakini, seketika kita membaca, merenungkan, dan mengaplikan itu dalam setiap hari-hari hidup dan kehidupan kita, dan mengaplikasikan ajaran agama dan keyakinan kita dalam kehidupan ini. Maka kebahagiaan Sejatih itu akan muncul secara kita sadari maupun secara tidak kita sadari. 
 
b. Mengasihi Sesama Manusia

Apabila kita telah mengasihi diri kita sendiri dan jujur dengan apa yang ada pada kita dan jujur terhadap apa yang kita lakukan. Baik itu terhadap Bapak kita, Ibu kita, kakak kita, adik kita, dan sesama kita maupun kerabat kita. 
 

(Penulis adalah Gerson Yogi, Mahasisa Papua)

Editor: Frans P



nanomag

Media Online Kabar Mapega adalah salah situs media online yang mengkaji berita-berita seputar tanah Papua dan Papua barat secara beragam dan berimbang.


0 thoughts on “Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Allah