BREAKING NEWS
Search

Lawan Kolonialisme, Rakyat Maybrat Butuh Kekuatan Persatuan

Foto: Dok, Prib Yumte/KM
Oleh: Kejora Yumte

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM – Mahasiswa, pemuda dan masyarakat Maybrat harus sadar bersatu buka mata dan kita lawan Kolonialisme Indonesia yang mengancam kehidupannya. Komando Daerah Militer (KODAM) XVIII/Kasuari, terus membangun infrastruktur pendukung, di antara Resimen Induk Militer (RINDAM). Kepala Penerangan Daerah (KAPENDAM) XVIII/Kasuari, Kolonel Indonesia, Wahyu Handoyo mengatakannya, RINDAM rencananya akan dibangun di Kabupaten Maybrat. 

Pernah mantan DANDIM 1701/Jayapura mengatakan kepada wartawan di Makodam bahwa, KODAM XVIII/Kasuari masih baru, banyak perangkat yang harus disiapkan, termasuk RINDAM. Kita berharap pembangunannya bisa dilaksanakan secepatnya. Mulai tahun 2017, KODAM XVIII/Kasuari menyelenggarakan pendaftaran calon Tamtama. Namun karena belum memiliki RINDAM sendiri, maka calon Tamtama ini menjalani pendidikan dan latihan di daerah lain. 

Pendidikan bagi calon anggota TNI dari wilayah Papua Barat, masih dilakukan di RINDAM XVII/Cendrawasih dan beberapa daerah lain di luar Papua.

Selain sebagai pelengkap perangkat pendukung KODAM, pembangunan RINDAM di Maybrat bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Pemerintah daerah setempat, tengah menyiapkan lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut. KODAM XVIII/Kasuari juga berencana menambah KOREM (Komando Resort Militer) yang akan dibangun di Fakfak, serta penambahan BATALYON. 

KODAM saat ini masih fokus membangun kelengkapan infrastruktur dan perangkat pendukung, termasuk penambahan personel. 

Penerimaan calon Tamtama TNI sudah berlangsung dan saat ini para peserta yang lulus seleksi sedang persiapan untuk mengikuti pendidikan.

(NOMAT) PORLES mereka sudah dapat tanah dan mereka bekerja sama dengan Bupati Kabupaten Maybrat mereka berpikir untuk kepentingan dan keamanan masyarakat dan pemerintah harus jeli melihat hal ini. Kalau mau bangun harus di tengah kota Kab. Maybrat. Karena melihat kondisi yang tidak aman dan nyaman bagi masyarakat di kampung sangat mendukung untuk menolaknya Kampung Kamatnama merah untuk pemerintah NKRI, itu sebagai antisipasi bagi masyarakat setempatnya. 

Pandangan Mahasiswa bahwa, yang korban adalah masyarakat bukan pemerintah. (ARKO) kondisi di luar di dalam sangat menekankan, maka kita harus siap menghadapinya, kita harus kaderkan baru demi kampanyekan (MIA). 

Mahasiswa harus mendata anak muda Sorong, Papua yang putus sekolah, dengan maksud dan tujuan bahwa mereka harus berpegang pada budaya terutama harus memegang di rumah adat sebagai tempat di mana mereka berdiskusi untuk membangun jaringan perlawanan yang menimpa mereka, daripada mereka tinggal saja tanpa aktivitas yang mereka lakukan atau budaya yang mereka mempertahankan untuk melawan segala macam tantangan hidup yang melanda kehidupan masyarakat Maybrat, Sorong - Papua. Untuk mendirikan pergerakan Mahasiswa Sorong harus butuh proses yang panjang, membangun diskusi di basis masyarakat, mahasiswa dan pemuda bahkan masyarakat luas di kota Sorong. (Frans P/KM)

*) Penulis adalah anak muda Papua, Peduli Rakyat Kab. Maybrat



nanomag

Media Online Kabar Mapega adalah salah situs media online yang mengkaji berita-berita seputar tanah Papua dan Papua barat secara beragam dan berimbang.


0 thoughts on “Lawan Kolonialisme, Rakyat Maybrat Butuh Kekuatan Persatuan