BREAKING NEWS
Search

Surat Terbuka Untuk Bapak Uskup Jayapura

ilustrasi.is
Yang Mulia Bapa Uskup Jayapura.
Setelah membaca himbauan Bapa Uskup, saya sebagai Umat yang berdosa ini,ingin menyampaikan beberapa hal:
  1. Sebagai Pimpinan Gereja Katolik yang hukum utamanya adalah cinta kasih, sikab solidaritas terhadap Ahok saya melihat wajar itulah tindakan nyata dari iman, karena iman tanpa perbuatan adalah sia sia.
  2. Sikab untuk melawan radikaslisme dan meminta organisasi FPI, HTI jangan masuk di Papua adalah sikab seorang Gembala yang menjaga dombanya serta sikab seorang penjala manusia yang tidak ingin manusia yang ada dalam jalanya imannya diganggu dan diprovokasi untuk melawan dengan cara cara yang tidak sesuai dengan perintah Firman Tuhan,
  3. Aksi yang dinamai Aksi selamatkan PANCASILA DAN INDONESIA,tidak tepat dibuat oleh seorang uskup karena yang mempunyai tugas adalah NEGARA, atau dengan kata lain sesungguhnya bukan ranah tugas dari Yang Mulia Bp Uskup Leo,atau organisasi agama, ini merupakan tugas dari Presiden Republik Indonesia dan DPR RI serta TNI/POLRI.
  4. Menurut saya sebagai umat katolik, pilihan katolik jelas yaitu option for the poor atau memilih untuk memihak kepada yang lemah dan tertindas, penistaan hukum dan kriminalisasi telah dan sedang dialami oleh Umat bapa uskup di Tanah Papua, seharusnya ini yang menjadi TUGAS MULIA, Bapa Uskup.untuk disuarakan dengan lantang kepada penjuru dunia bahwa Orang Papua adalah KORBAN PERMANEN PENISTAAN HUKUM DAN KRIMINALISASI NEGARA DI INDONESIA.
5. Demi menjaga relasi umat beragama di Papua kami mohon yang mulia Bapak Uskup Leo, untuk tidak memimpin AKSI MASA yang direncanakan, diganti dengan MISA REQUIM BAGI KORBAN PENISTAAN DAN KRIMINALISASI HUKUM YANG DIALAMI ORANG PAPUA yang adalah Umat Bapa Uskup.

Salam dan Doa
JOHN NGobai
Sekertaris II Dewan Adat Papua sekaligus Ketua Dewan Adat Paniai.

Admin



nanomag

Media Online Kabar Mapega adalah salah situs media online yang mengkaji berita-berita seputar tanah Papua dan Papua barat secara beragam dan berimbang.


0 thoughts on “Surat Terbuka Untuk Bapak Uskup Jayapura