BREAKING NEWS
Search

Nasib Pendidikan Anak dan Kesehatan Masyarakat Korowai Butuh Penanganan Serius

saat salah satu guru relawa mengajar kepada sekolopok anak-anak di Korowai. (Foto: Soleman Itlay/KM)

Jayapura (KM)- Ketua Kopkedat Papua, Yan Akobiarek di Jayapura baru – baru ini  mengatakn bahwa Pendidikan dan Kesehatan menjadi persolan yang dasar di kalangan masyarakat. Potret 2 pilar pembangunan tersebut tak kunjung baik selama pulahan tahun belakangan ini. Banyak anak usia dini dari nol sampai puluhan tahun terlantar. 

menurutnya, penyebab yang mencolok adalah kurang adanya pusat pendidikan di tingkat dasar sampai setingkat SMP. Dewasa ini, belum ada satu sekolah pun yang dibuka oleh pemerintah setempat untuk mempersiapkan SDM di daerah ini.

“Banyak adik – adik kita punya usia sangat mudah tapi rata-rata belum sekolah. Jangankan SMP malah SD saja belum ada," katanya dengan nada sedih. 

kata Dia, Pendidikan adalah program prioritas pemerintah provinsi Papua bahkan pemerintah telah kucurkan di bidang pendidikan kurang lebih 20 persen. 

Pertanyaannya, uang tersebut dikemanankan sehingga anak – anak kecil yang punyak hak yang sama dengan orang kota ini diterlantarkan?” tanya dia dengan tegas. Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu putera asal Yahukimo, Yesaya Pahabol yang aktif mendampingi anak – anak kecil di Korowai.
 
“Adik – adik sama sekali belum memiliki sekolah. Mau belajar sangat susah bagi mereka. Harus ada sekolah 6ang dibangun untuk sebagai upaya untuk mendidik mereka,” ujarnya. 

Lebih lanjut Pahabol menjelaskan bahwa kondisi kesehatan dan pendidikan butuh penangan yang lebih serius. Kondisi geografis yang sulit memperparah pemerintah dan anak -  anak usia mudah tersebut sekolah. Bahkan mau sekolah di ibukota kabupaten seperti Yahukimo, hal ini juga pikir dua kali lipat oleh orang tua dan anak – anak di daerah ini.

Selama 36 tahun baik dari 1978, dimana misionaris gereja masuk sampai saat ini tidak pernah berubah. Malah mmemperparah tingkat kemiskinan, pengangguran bagi masyarakat setempat. Sementara itu, komunitas peduli kemanusiaan daerah terpencil yang baru bergerak awal 2016 lalu itu banyak melakukan pendekatan kepada masyarakat termasuk pendidikan bagi anak-anak kecil dari usia yang paling kecil sampai besar. 

Semangat belajar mereka sangat luar biasa, namun persolannya dalah belum adanya sekolah, guru, dan fasilitas penunjang lainnya.

 “Kami telah membangun sebuah gedung sekolah, sementara ini kami mengajar pada tempat sederhana itu. Bahkan telah belih alat dan bahan guna membangun gedung sekolah yang baru”, kata Akobiarik di Waena pada Jumat, (09/12/2016). 

Begitu pula dengan kondisi kesehatan masyarakat. Kualitas hidup masyarakat sangat tidak layak. Banyak masyarakat yang meninggal dunia tanpa penangan medis yang lebih itensif. Kesehatan masyrakat makin terpuruk dari waktu ke waktu. Toh, kalau tidak ditangani serius maka maka mereka ini akan meninggal dunia tanpa menikmati pelayanan dari pemerintah secara maksimal.

 “Sekalipun kami ini bukan perawat, bidan dan dokter tapi dengan keterbatasan kami cukup mendampingi masyrakat,” ujarnya.

Liputor : Soleman Itlay
Editor   : Manfred/KM



nanomag

Media Online Kabar Mapega adalah salah situs media online yang mengkaji berita-berita seputar tanah Papua dan Papua barat secara beragam dan berimbang.


0 thoughts on “Nasib Pendidikan Anak dan Kesehatan Masyarakat Korowai Butuh Penanganan Serius