Foto : Presiden Joko Widodo |
Sikap Perdana Menteri O'Neill tiga bulan lalu : sebagai negara, waktunya telah tiba bagi kita untuk berbicara
tentang penindasan rakyat kita di sana (Papua). Apakah sikap PM sebagai pencitraan politik bilateral antar negara PNG dan Indonesia atau benar - benar disampaikan dari lubuk hati seorang pemimpin "one pla graun" satu daratan ini ?.
Jakarta, KM... Presiden Indonesia Joko Widodo telah memberikan grasi lima tahanan politik (TAPOL) "pejuang
kemerdekaan" dari provinsi Papua dan kemudian
diterbangkan ke negara tetangga Papua New Guinea, dalam upaya terakhir
terkesiap untuk mencegah gerakan kemerdekaan Papua keanggotaan
mendapatkan dari MSG.
MSG terdiri dari pemerintah nasional PNG, Kepulauan Solomon, Fiji dan Vanuatu, dan memiliki sekretariat di ibukota di Port Vila.
Gerakan kemerdekaan yang terkemuka dari wilayah penjajahan Perancis yaitu Kaledonia Baru dibawah gerakan sosialis Pembebasan Nasional Kanaky (FLNKS) telah menjadi anggota penuh di MSG, forum MSG ini pula memberikan harapan bagi orang Papua. MSG akan mengadakan pertemuan khusus di Port Moresby pada tanggal 21 Mei untuk mempertimbangkan aplikasi keanggotaan dari organisasi Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP) terbaru mewakili tiga faksi kelompok kemerdekaan Papua Barat.
Sebuah keputusan akhir akan dibuat pada pertemuan puncak para pemimpin MSG 'diharapkan akan diselenggarakan di Honiara, Kepulauan Solomon, pada bulan Juli atau Agustus.
Presiden Joko Widodo juga sedang berusaha untuk menjamin melalui hubungan yang lebih erat dengan PNG di negara Melanesia. Indonesia tidak ingin "kehilangan" nya hubungan bilateral dengan negara tetangga pulau - pulau pasifik, setelah Indonesia "hilang" hubungan dengan Negara Australia melalui eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran warga penduduk Australia.
Presiden tiba di Port Moresby kemarin, dan berangkat hari ini. Selama akhir pekan, ia mengunjungi provinsi Papua di bagian barat Negara Papua New Guinea, yang memiliki 820km sebagian besar pegunungan, perbatasan darat hutan dengan PNG, dan Papua Barat, barat.
Setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi 10 minggu yang lalu, Perdana Menteri Papua New Guinea Peter O'Neill mengatakan ia mendukung pengakuan perwakilan Papua dan Papua Barat untuk MSG,melalui "forum yang ideal untuk mendorong hubungan yang lebih besar dengan orang - orang Melanesia lainnnya".
MSG terdiri dari pemerintah nasional PNG, Kepulauan Solomon, Fiji dan Vanuatu, dan memiliki sekretariat di ibukota di Port Vila.
Gerakan kemerdekaan yang terkemuka dari wilayah penjajahan Perancis yaitu Kaledonia Baru dibawah gerakan sosialis Pembebasan Nasional Kanaky (FLNKS) telah menjadi anggota penuh di MSG, forum MSG ini pula memberikan harapan bagi orang Papua. MSG akan mengadakan pertemuan khusus di Port Moresby pada tanggal 21 Mei untuk mempertimbangkan aplikasi keanggotaan dari organisasi Gerakan Serikat Pembebasan Papua Barat (ULMWP) terbaru mewakili tiga faksi kelompok kemerdekaan Papua Barat.
Sebuah keputusan akhir akan dibuat pada pertemuan puncak para pemimpin MSG 'diharapkan akan diselenggarakan di Honiara, Kepulauan Solomon, pada bulan Juli atau Agustus.
Presiden Joko Widodo juga sedang berusaha untuk menjamin melalui hubungan yang lebih erat dengan PNG di negara Melanesia. Indonesia tidak ingin "kehilangan" nya hubungan bilateral dengan negara tetangga pulau - pulau pasifik, setelah Indonesia "hilang" hubungan dengan Negara Australia melalui eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran warga penduduk Australia.
Presiden tiba di Port Moresby kemarin, dan berangkat hari ini. Selama akhir pekan, ia mengunjungi provinsi Papua di bagian barat Negara Papua New Guinea, yang memiliki 820km sebagian besar pegunungan, perbatasan darat hutan dengan PNG, dan Papua Barat, barat.
Setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi 10 minggu yang lalu, Perdana Menteri Papua New Guinea Peter O'Neill mengatakan ia mendukung pengakuan perwakilan Papua dan Papua Barat untuk MSG,melalui "forum yang ideal untuk mendorong hubungan yang lebih besar dengan orang - orang Melanesia lainnnya".
Tuan O'Neill mengatakan "kita punya
hubungan yang sangat kuat dengan Indonesia, yang sedang membangun dari
kekuatan ke kekuatan". PM O'Neill kemarin mendesak agar Presiden Joko Widodo diberikan "sambutan hangat, seperti yang kita lakukan untuk semua orang".
O,Neill telah menghindari dukungan kemerdekaan bagi Papua dan Papua Barat, akan tetapi tiga bulan lalu ia mengatakan: "Sebagai negara, waktunya telah tiba bagi kita untuk berbicara tentang penindasan rakyat kita di sana (Papua).
"Kami memiliki kewajiban moral untuk berbicara bagi mereka yang tidak diperbolehkan untuk berbicara. Kita harus menjadi mata bagi mereka yang ditutup matanya. Sekali lagi, PNG adalah pemimpin regional. (MG, AU).
O,Neill telah menghindari dukungan kemerdekaan bagi Papua dan Papua Barat, akan tetapi tiga bulan lalu ia mengatakan: "Sebagai negara, waktunya telah tiba bagi kita untuk berbicara tentang penindasan rakyat kita di sana (Papua).
"Kami memiliki kewajiban moral untuk berbicara bagi mereka yang tidak diperbolehkan untuk berbicara. Kita harus menjadi mata bagi mereka yang ditutup matanya. Sekali lagi, PNG adalah pemimpin regional. (MG, AU).
0 thoughts on “Joko Widodo Kunjungi PNG Untuk Menghalangi Tawaran Papua Barat MSG”