![]() |
Foto Doc: Theresa/Ist |
Hanya dengan tetap belajar menjadikan diri kita berkualitas dan memiliki ketrampilan yang bermanfaat bagi orang lain.
Secara kodrati, kita lahir untuk belajar. Kita lahir dikaruniai pikiran. Pikiran itu di maksudkan untuk menghadapi tantangan kehidupan yang didapat melalui belajar tampa henti. Belajar buain ibu hingga liang kubur. Hidup adalah belajar itu sendiri. Yang perlu kita tahu bahwa yang di sebut belajar adalah bukanlah selalu masuk kelembaga pendidikan formal. Belajar agar menjadi manusia sukses tidak harus masuk ke perguruan tinggi. Cukup tinggi bahwa masuk perguruan tinggi tiadak menjadi kesuksesan.
Banyak lulusan perguruan tinggi yang bergelar, tapi tidak sukses; sebaliknya, mereka yang tidak bergelar justru meraih sukses. Bukankah lebih baik sukses tampa sukses tampa gelar daripada punya gelar tampa sukses?
Masuk perguruan tinggi memang bisa menjadi jalan menuju sukses, tapi yang perlu diingat, perguruan tinggi bukanlah lembaga menjamin sukses. Satu-satunya menjamin sukses adalah sikap mental kita untuk terus belajar dan terus bergairah mengembangkan minat dan bakat masing-masing.
Belajar merupakan gairah untuk meningkatkan kualitas diri dalam situasi apap pun dan dimana pun. Belajar tidak harus terbatas pada dinding/ruang kelas perguruan tinggi yang kian mahal. Ketika minat kita untuk bisa berbahasa inggris terbentur masalah biaya, kita bisa belajar secara bebas dengan memanfaatkan majalah, koran, dan buku bekas yang berbahasa inggris. Melalui itu pastinya sama saja dengan mereka yang belajar secara formal.
Jadi, belajar pada hakikatnya adalah kesanggupan mencari solusi-solusi atas problem yang ada dalam pikiran kita. Jalan keluarnya pun bermacam- macam sesuai dengan kondisi kita masing- masing. Dari kondisi sosial ekonomi keluarga hingga kondisi internal kita, seperti minat, bakat, dan level inteligensi. Semuanya mempersyaratkan satu hal: kemauan kuat untuk tetap belajar dalam situasi apapun.
Apabiala hari ini atau tahun ini karena suatu hal ( biaya misalnya) kita tidak bisa masuk perguruan tinggi formal, kita bisa menunda terlebih dulu. Namun, semangat tidak boleh luntur. Uang boleh tidak punya, tapi semangat belajar harus ada setiap saat. Sebab, ketika kita kehilangan semangat belajar, saraf pikiran segera menutup diri untuk menolak segala kemungkinan peluang belajar. Ujungnya, kita menjadi manusia yang malas belajar.
Cara yang paling lazim ditempuh untuk mengatasi masalah keaungan adalah dengan bekerja terlebih dulu. Ada yang dengan jalan wirausaha (jualan) ada juga yang bekerja apa saja terlebih dulu sambil belajar peluang-peluang belajar. Ada pula yang sengaja tidak mau masuk ke perguruan tinggi, tapi terus belajar secara bebas, mendalami minat, bakat, dan hobinya.
Semuanay akan sama berhasilnya bila kita tetap memelihara semangat belajar. Tetaplah belajar sebagai wujud makhluk pembelajar
Catatan: Rancangan Tuhan bagi kita sungguh luar biasa, jangan sia-siakan waktu yang ada untuk belajar dan mengebangkan bakat dan minat kita masing-masing.