Ratusan Guru Honorer Kabuputen Mimika aksi demo damai didepan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SP III, pada rabu 24/08/2016, (Foto: Andy O/KM) |
Timika, (KM)-- Hampir setiap tahun
ada permasalahan tenaga honor atau Non
Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua barat, tak
terulang di tahun yang akan datang, Baik kepastian status maupun menyangkut
gaji.
“Persiapkan kaji sematang-matangnya,
sehingga hal mendasar seperti ini tak terulang lagi. Kata Ketua Ikatan
Mahasiswa Papua (IPMAPA) Bogor, Yunus E. Gobai, Rabu (24/08/2016).
Kata dia,lambatnya pembayaran gaji maupun dana insentif ratusan tenaga
honorer di Kabupaten Timika, Paniai, dan di wamena serta beberapa kabupaten
lainya telah terjadi karena pemerintah ragu mengambil kebijakan. Padahal
Pemerintah tinggal melaksanakan serta merealisasikan program maupun kegiatan
yang tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) APBD 2016.
“Anggaran sudah legal, mestinya segera
dijalankan pemerintah. Apalagi menyangkut gaji. Jangan karena masa transisi,
serta kentalnya nuansa politis. Pemerintah lantas mengorbankan nasib ratusan tenaga
honor yang sudah bekerja,“ungkapnya.
Baca ini:
Lanjut Yunus, Pemimpin yang baik
itu harus memperhatikan bawahannya. bekerja profesional, tenang dan tidak
berlebihan. Oleh sebab itu kami meminta pemerintah tegas dalam mengambil sikap,
meskipun pahit.
Kata dia lagi, bila perlu dirampingkan, pekerja yang tak produktif serta tidak dibutuhkan di rumahkan saja. Sehingga permasalahan tenaga honor tidak terkatung-katung.
Kata dia lagi, bila perlu dirampingkan, pekerja yang tak produktif serta tidak dibutuhkan di rumahkan saja. Sehingga permasalahan tenaga honor tidak terkatung-katung.
Tambah Yunus, “Selesaikan hingga
tuntas, jangan jadi masalah terus. Menurut saya tiga bulan terakhir tenaga
honor tak diberikan kepastian perpanjangan kerjanya. Mereka diwajibkan bekerja,
tapi gajinya tak diberikan. “Kasihan, apalagi mereka yang sudah berkeluarga,”
tuturnya.
Pewarta: Andy Ogobay
0 thoughts on “ Ketua IMAPA Bogor Minta Pemerintah Tuntaskan Masalah Tenaga Honor”