![]() |
| Ilustrasi gambar diambil di google(Gobay Ansel/KM.) |
“Mengapakah engkau melihat selumbar dimata
saudaramu,sedangkan di balok didalam matamu tidak engkau ketahui” (Matius 7: 3).
Berbicara soal menilai orang lain,itu adalah pekerjaan yang
sangat mudah,sebab kebanyakan kita sering memperhatikan orang yang ada di
sekitar kita.Bahkan yang lebih parah,ketika kita melihat orang lain,kita
cenderung menilai tampa memperhatikan konteksnya,sekalipun penilai itu ada
kalanya baik atau sebaliknya buruk.
Misalnya,ketika seseorang bersalah,maka dengan gampan
kita menilai orang tersebut,tetapi yang
permasalahan adalah apakah kita perna menilai atau melihat diri kita sendiri
sebelum menilai orang lain.Tapi fenomena yang terjadi kebanyakan adalah kita
lebih gampang menilai orang lain,dibandingkan menilai diri sendiri.Dalam firman
Tuhan yang kita baca, berbicara tentang bagaimana sebaiknya kita bersikap lebih
objektif dalan penilaian,dimana sebelum melihat kesalahan orang,lebih baik kita
melihat kelemahan diri sendiri.
Introspeksi diri adalah suatu hal yang mesti diterapkan
dalam kehidupan kita sebagai anak anak Tuhan.Mengapa ??? Karena ketika kita
hendak menilai orang lain,namun diri kita tidak benar,maka percuma saja
penilaian kita,karena kita tidak dapat membenahi diri orang apa bila kita tidak
membenahi diri kita terlebih dahulu.ini berarti semua penilaian kita tidak ada
artinya.Karena itu lebih baik kita memperhatikan diri sendiri dahulu,dan
melihat apakah kita lebih baik dari orang lain atau lebih buruk darinya.Janganlah
kita terburu buru memvonis orang lain,seolah-olah penilaian kita mutlak
benar,pada hal kita tidak lebih baik dari orang tersebut.
Sebagai Umat Allah,mari kita menjadi seorang penolong
yang lemah lembut serta setia,dari pada menghakimi dan mencari cari kelemahannya.Jangan
kita mengangap dir kita sudah baik,karena kita membandingkan kelebian yang kita
miliki dengan kelemahan orang lain.Maka,hakimi diri sendiri,maka kita akan
menjadi bijak dan mampu memahami kelemahan orang lain,guna menolongnya.Apa
artinya kita menilai orang lain,jika kita tidak mau membangunnya ??(Gobay Ansel/KM.)
sumber : Bahan saat teduh Edisi No 198 Oktober 2012


































0 thoughts on “Introspeksi Diri”