![]() |
| Elit papua memiskinkan rakyatnya sendiri. 80 Persen Royalti Freeport Untuk Papua Tahun 2008 (Gubernur- Presidir PT FI Teken MoU Dukung Knowledge Center) |
By: Johan Rumkorem
Pemerintah Provinsi Papua berharap agar kerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), terus ditingkatkan.
Freeport merupakan satu perusahaan besar yang beroperasi di Papua dan melaksanakan tugas sosial atau coporate social responsibility dalam berbagai bentuk ,Freeport memberikan DBH (Dana Bagi Hasil ) berupa Royaltinya kepada propinsi papua sebesar 80%. Freeport sendiri membrikan 2 trilyun kepada indonseia.
Dari hasil ini dibagi dalam 2 bentuk, yaitu: Propinsi papua mendapat 80% dan pusat mendapt 20 %. Dari perhitungan ini, propinsi papua 80% ini menjdi 1,7 trilyun. Dana yang begitu besar tetapi masyraktnya masih miskin diatas dana 80% ini. Dari 80% dibagi lagi, jadi daerah kena dampak lingkungan seprti kabupaten mimika mendapt 32 % kalau diuangkan sebesar 700 milyard. Propinsi papua sendiri mendapat 16 % sekitar 400 milyard. Dari hasil ini pun dibagikan ke setiap daerah yaitu 9 kabupaten yang ada di propinsi papua, sebesar 32 %. Jadi setiap kabupaten mendapat 3,5 % sekitar 5-6 milyard ( sudah dihitung).
80 % itu sudah berlangsung sejak kontrak karya ke dua yang sekarang ini berlangsung, karena kontrak itu menyebutkan bahwa 80 persen dari royalti yang dibayarkan Freeport adalah menjadi bagian dari Papua, sedangkan 20 persen lagi ada di pusat, 80 % persen ini sudah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Coba kita hitung kontrak karya kedua sejak tahun 1991 hingga saat ini. Dana yang begitu besar diberikan oleh freeport ke propinsi papua tetapi pejabat2 elit papua menggelapkan dana2 itu. Freeport sudah kasih tetapi kita selalu salahkan freeport.(Kampak Papua).


































0 thoughts on “Johan Rumkorem : Menelusuri hasil Bumi sesuai dengan kontrak karya 1991”